reformasiindonesia.com – Kediri – Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) SMA NEGERI 1 NGADILUWIH KABUPATEN KEDIRI dari tahun 2024 – 2025 tahap 1 sebesar Rp 2.357.110.000,. diduga dikorupsi dengan modus Mark-Up Anggaran belanja di beberapa Komponen.
Menurut data yang dapat di percaya ada beberapa komponen, diduga anggaranya tidak diyakini kebenarannya yaitu.
1.pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca tahun 2024 – 2025 tahap 1 sebesar Rp 257.340.000,.
2.kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler tahun 2024 – 2025 tahap 1 sebesar Rp 642.436.050,.
3.Pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan tahun 2024 – 2025 tahap 1 sebesar Rp 365.612.850,.
4.Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan tahun 2024 – 2025 tahap 1 sebesar Rp 151.385.000,.
5. Pemeliharaan sarana dan prasarana tahun 2024 – 2025 tahap 1 sebesar Rp 134.739.000,.
6. Pembayaran honor tahap 1 tahun 2024 sebesar Rp 73.920.000,. tahap 2 tahun 2024 sebesar Rp 73.920.000,. tahap 1 tahun 2025 sebesar Rp 81.600.000,.
Berapa jumlah keseluruhan guru honorer yang mendapatkan SK PPPK? dan di dapodik pada tahun 2025 tahap 1 guru honorer sejumlah 7 guru honorer
Komponen tersebut diduga hanya modus Oknum kepala sekolah dan beberapa stafnya, untuk mengelabui pemerintah dan masyarakat khususnya wali murid, agar mendapatkan keuntungan besar guna memperkaya diri.
Pada saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepala SMA NEGERI 1 NGADILUWIH KABUPATEN KEDIRI Firstina Husniya Wury tanggal 19 Desember 2025 tidak merespon
Sampai berita ini diterbitkan belum ada tanggapan apapun dari pihak sekolah
(Tim)

















